Cara Cuci Beras Fortifikasi agar Nutrisinya Tidak Hilang

Sabtu, 19 September 2026 | 13:01:32 WIB
Beras fortifikasi mengandung vitamin dan mineral tambahan untuk melengkapi gizi keluarga.

RIAUREALITA.COM — Beras fortifikasi mengandung vitamin B1, B12, asam folat, zat besi, dan zinc yang ditambahkan untuk melengkapi gizi keluarga. Sayangnya, cara mencuci yang asal-asalan bisa membuat sebagian vitamin itu larut dan terbuang sebelum nasi matang. Berikut panduan mencuci beras fortifikasi yang benar menurut pakar gizi.

Beras fortifikasi dirancang untuk memberi tambahan zat gizi mikro bagi keluarga, terutama vitamin dan mineral yang sering kurang dalam pola makan harian. Namun, kandungan tersebut tidak otomatis tersimpan sampai nasi matang. Proses pencucian yang keliru bisa mengurangi manfaatnya.

Mengapa Beras Fortifikasi Perlu Dicuci dengan Hati-hati

Pakar Gizi Universitas Andalas Dr Syahrial, SKM, M.Biomed menjelaskan, kandungan mikronutrien dalam beras fortifikasi bisa berkurang saat proses pencucian. Vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat termasuk yang paling rentan karena sifatnya mudah larut dalam air.

Beras fortifikasi sendiri mengandung lima komponen gizi tambahan, yaitu vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Tiga jenis vitamin itu yang perlu perhatian ekstra selama pengolahan, termasuk saat dicuci dan dimasak.

Cara Mencuci Beras Fortifikasi yang Disarankan

Syahrial menegaskan, beras fortifikasi sebaiknya tidak diremas saat dicuci. Cukup beri air, lalu bolak-balik perlahan sebelum air cucian dibuang. Proses ini cukup dilakukan satu kali saja.

"Cara mencuci beras yang benar itu seperti apa? Tidak diremas, tapi dituang air, kemudian dibolak-balik seperti itu aja, kemudian airnya dibuang. Satu kali saja cukup untuk mempertahankan komponen vitamin tadi itu," jelas Syahrial kepada detikcom, Jumat (18/9/2026).

Mencuci berulang kali atau meremas butiran beras berpotensi mengurangi kandungan vitamin yang sudah ditambahkan. Karena itu, satu kali pencucian dengan gerakan lembut sudah cukup untuk membersihkan beras tanpa mengorbankan gizinya.

Zat Besi dan Zinc Lebih Tahan terhadap Pencucian

Berbeda dengan vitamin, kandungan mineral seperti zat besi dan zinc relatif lebih stabil. Mineral memiliki sifat yang lebih tahan terhadap proses pengolahan karena terikat kuat pada butiran beras.

Perbedaan karakter ini membuat vitamin menjadi komponen yang paling perlu dijaga selama pencucian dan pemasakan. Kandungan vitamin juga bisa berkurang akibat pemanasan saat beras dimasak, meski besarnya perubahan perlu dibuktikan lewat penelitian ilmiah yang membandingkan kandungan sebelum dan setelah pemasakan.

Jangan Andalkan Satu Jenis Pangan Saja

Beras fortifikasi bisa menjadi salah satu sumber tambahan zat gizi mikro dalam pola makan sehari-hari. Meski begitu, pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral tidak cukup hanya dari satu jenis pangan.

Syahrial mengingatkan, sumber nutrisi tetap harus beragam. Vitamin dan mineral perlu juga didapat dari buah, sayur, serta bahan pangan lain agar kebutuhan gizi keluarga terpenuhi secara menyeluruh.

Kapan Perlu Konsultasi ke Ahli Gizi

Jika ibu merasa asupan gizi anak atau anggota keluarga lain kurang meski sudah mengonsumsi beras fortifikasi, konsultasi dengan ahli gizi bisa membantu menyusun pola makan yang lebih tepat. Ini terutama penting bila ada kondisi khusus seperti anemia, gangguan pertumbuhan, atau kebutuhan gizi tertentu.

Mencuci beras fortifikasi cukup satu kali dengan gerakan membolak-balik perlahan, tanpa diremas dan tanpa diulang. Kebiasaan kecil ini membantu menjaga vitamin B1, B12, dan asam folat tetap tersimpan sampai nasi disajikan di meja makan keluarga.

Terkini