Snapcart: Shopee Jadi Aplikasi Belanja Online Paling Sering Dipakai 2026

Sabtu, 19 September 2026 | 10:43:01 WIB
Shopee menempati posisi puncak aplikasi belanja online yang paling sering digunakan konsumen Indones

RIAUREALITA.COM — Shopee menempati posisi puncak aplikasi belanja online yang paling sering digunakan konsumen Indonesia dengan 53% suara dalam survei Snapcart. Alfagift menyusul di peringkat kedua dengan 21%, disusul TikTok Shop 19% dan Klik Indomaret 18%. Survei ini melibatkan 999 responden dan menyoroti persaingan ketat di segmen belanja kebutuhan harian.

Shopee menempati posisi puncak sebagai aplikasi belanja online yang paling sering digunakan konsumen Indonesia. Survei Snapcart bertajuk Online and Offline Grocery Shopping Continue to Coexist Among Indonesian Consumers mencatat platform ini dipilih oleh 53% responden selama tiga bulan terakhir.

Alfagift menyusul di peringkat kedua dengan 21% suara. Posisi ketiga ditempati TikTok Shop yang mengantongi 19%, sementara Klik Indomaret hanya terpaut 1% di bawahnya dengan 18% suara.

Peta Persaingan Aplikasi Belanja Online

Selisih tipis antara TikTok Shop dan Klik Indomaret menunjukkan persaingan di segmen belanja kebutuhan harian makin ketat. Keduanya bersaing ketat di bawah dominasi Shopee dan Alfagift.

Sejumlah platform lain melengkapi daftar aplikasi yang paling sering digunakan. ASTRO meraih 12% suara, disusul GrabMart (Kilat) 11%, allofresh 9%, Segari 7%, dan gomart 7%.

Dominasi Shopee tidak lepas dari strategi pemasaran yang agresif. Program gratis ongkir dan promo pada tanggal-tanggal tertentu menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

Fitur live shopping yang diusung platform ini juga memperkuat posisinya. Konsumen dapat berinteraksi langsung dengan penjual saat bertransaksi, sebuah pendekatan yang semakin populer di kalangan pengguna smartphone.

Mengapa Belanja Online Makin Diminati

Pergeseran pola belanja konsumen Indonesia ke platform daring dipicu oleh efisiensi waktu dan tenaga. Masyarakat menilai belanja online lebih praktis dibandingkan mendatangi toko fisik.

Kemudahan membandingkan harga antar toko menjadi faktor lain. Harga yang kompetitif ditambah diskon berlapis membuat belanja daring semakin menarik, termasuk untuk kebutuhan bahan makanan atau grocery.

Belanja bahan makanan secara konvensional biasanya menyita waktu lama. Platform online menawarkan solusi dengan pengiriman langsung ke rumah, menghemat waktu konsumen.

Profil Responden Survei Snapcart

Survei Snapcart melibatkan 999 responden yang terdiri atas 77% perempuan dan 23% laki-laki. Pengambilan data berlangsung pada 27 Februari hingga 2 Maret 2026.

Untuk daftar platform belanja online yang paling banyak digunakan dalam tiga bulan terakhir, Snapcart melibatkan 530 responden. Kelompok usia responden mulai dari di bawah 17 tahun hingga di atas 45 tahun, dengan mayoritas berusia 25–35 tahun.

Komposisi responden yang didominasi perempuan dan kelompok usia produktif mencerminkan segmen utama pengguna aplikasi belanja online di Indonesia. Kelompok ini umumnya mengelola kebutuhan rumah tangga sekaligus aktif menggunakan smartphone untuk transaksi harian.

Implikasi bagi Pelaku Bisnis Digital

Data Snapcart memberi gambaran bahwa segmen grocery dan kebutuhan harian menjadi medan pertempuran baru antar platform. Alfagift dan Klik Indomaret yang berakar pada ritel fisik berhasil menembus lima besar, menandakan integrasi kanal offline-online semakin matang.

Sementara itu, kehadiran TikTok Shop di posisi tiga menunjukkan media sosial dan e-commerce kian sulit dipisahkan. Bagi pelaku UMKM dan brand, kanal ini menjadi jalur distribusi yang tidak bisa diabaikan.

Investor startup di sektor edutech, fintech, maupun e-commerce dapat membaca data ini sebagai sinyal bahwa loyalitas konsumen Indonesia masih cair. Program promo dan pengalaman belanja yang mulus menjadi penentu utama dalam mempertahankan pangsa pasar.

Terkini