Program Cegah Stunting di Gunungkidul, 275 Ibu dan Keluarga Jadi Sasaran

Kamis, 10 September 2026 | 09:03:31 WIB
Peluncuran program pencegahan stunting di Poskesdes Kedungkeris, Gunungkidul, dengan 275 penerima ma

RIAUREALITA.COM — Pada tahun pertama, program menyasar 275 penerima manfaat langsung. Mereka terdiri dari ibu hamil dan menyusui, calon ibu, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta petugas lapangan keluarga berencana.

Peluncuran berlangsung di Poskesdes Kedungkeris. Herbalife menyerahkan tujuh paket peralatan pemantauan tumbuh kembang anak untuk masing-masing Posyandu di desa tersebut.

Paket nutrisi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Herbalife bersama Pemerintah Desa Kedungkeris menandatangani komitmen untuk menjaga keberlanjutan program.

Tiga Pilar Program Pencegahan Stunting

Program ini dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, nutrisi dan kesehatan. Kedua, edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas. Ketiga, peningkatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Kegiatannya mencakup dukungan nutrisi, pendampingan kehamilan dan menyusui, pelatihan kader desa, edukasi tumbuh kembang anak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ada juga dukungan bertahap untuk penyediaan toilet layak, fasilitas kesehatan desa, dan jaringan air minum. Program ini juga bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) Herbalife Indonesia dengan Kementerian Kesehatan periode 2024-2029 untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Siapa Saja yang Mendampingi Ibu dan Keluarga

Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, menyebut pendekatan berbasis masyarakat diperlukan agar pendampingan tepat sasaran. Yayasan akan melibatkan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu.

Mereka mendampingi keluarga yang membutuhkan, mulai dari masa kehamilan hingga pengasuhan anak. Kader desa juga mendapat pelatihan agar bisa memantau tumbuh kembang anak di wilayahnya.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menegaskan pencegahan stunting butuh penanganan lintas aspek.

"Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi," ujar Oktrianto.

Poskesdes Kedungkeris dan Dukungan Fasilitas

Poskesdes Kedungkeris diresmikan pada Agustus 2026. Fasilitas Posyandu yang sebelumnya dibangun Herbalife di Sendowo Kidul dialihfungsikan menjadi Poskesdes atas permintaan otoritas kesehatan setempat.

Perubahan fungsi itu dilakukan karena bangunan dinilai sudah memenuhi standar yang dipersyaratkan. Kepala Desa Kedungkeris, Rusdi Martono, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap fasilitas Posyandu di wilayahnya.

"Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memperkuat semangat serta upaya kita dalam mencegah stunting di Desa Kedungkeris," kata Rusdi.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Pencegahan stunting tidak hanya soal bantuan dari luar. Ibu bisa memantau berat badan dan tinggi badan anak secara rutin di Posyandu, menjaga asupan protein hewani, dan menerapkan PHBS di rumah.

Kalau ada tanda berat badan anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut, atau anak tampak lemas dan sering sakit, segera konsultasi ke bidan desa atau puskesmas terdekat. Pendampingan lebih awal membuat penanganan jauh lebih efektif.

Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat di Kedungkeris diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Anak-anak pun bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Terkini