PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Riau. Ia menyampaikan hal itu usai pelaksanaan apel kesiapan Satgas Anti Narkoba bersama berbagai elemen masyarakat di halaman kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026).
Kapolda menilai, semangat yang terus digelorakan oleh organisasi dan komunitas anti narkoba harus menjadi energi bersama.
“Dari Ketua Umum Granat yang selama ini terus menggelorakan upaya kolaboratif untuk membuat Riau bersih dari narkoba, kita belajar bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan masyarakat terlihat nyata meski kegiatan berlangsung di tengah cuaca mendung dan hujan rintik.
“Tadi saat pelaksanaan ada hujan rintik-rintik. Itu memberikan tanda bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mendukung upaya yang kita lakukan. Ini harus terus digelorakan,” kata Kapolda.
Ia turut menyinggung peristiwa di Panipahan yang menjadi pengingat bagi seluruh pihak.
“Kejadian kemarin di Panipahan adalah ‘wake up call’ bagi kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Pangdam, Kapolda, atau jajaran, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kapolda menjelaskan bahwa usai pembentukan Satgas Anti Narkoba oleh Gubernur, seluruh pemangku kepentingan akan bergerak serentak melalui posko yang dibentuk. Upaya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari preventif, preemtif hingga penegakan hukum.
“Upaya preventif dilakukan melalui dinas pendidikan, para kepala sekolah, dan ketua OSIS yang terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran kolektif,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas masyarakat, pelaku usaha, hingga pengemudi ojek online juga ikut terlibat dalam gerakan bersama ini.
Kapolda menyebut bahwa evaluasi akan dilakukan secara berkala. Ia juga mengapresiasi kehadiran para ibu relawan dari berbagai daerah yang datang untuk menyuarakan semangat anti narkoba.
“Ibu-ibu ini datang dari jauh hanya untuk meneriakkan kebenaran. Kita harus menghargai itu, bahkan seharusnya kita malu karena mereka begitu berani,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pemerintah juga akan memperkuat program Kampung Tangguh atau Kampung Bersinar yang dikawal oleh Badan Narkotika Provinsi. Seluruh kabupaten/kota diminta mengikuti langkah yang sama, termasuk pembentukan satgas tingkat daerah dan pelantikan duta anti narkoba.
“Kegiatan yang memiliki nilai strategis ini kita harapkan dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di Riau. Kita juga harus memberantas narkoba dengan penegakan hukum yang adil dan terukur,” tutup Kapolda.