RIAUREALITA.COM — Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya periode 9-15 September 2026 mengalami kenaikan di semua kelompok umur tanaman. Kenaikan tertinggi mencapai Rp58,62 per kilogram pada kelompok umur 9 tahun, menempatkan harga tertinggi pekan ini di angka Rp3.943,46 per kilogram.
Daftar Lengkap Harga TBS Sawit Riau per Kelompok Umur
| Umur Tanaman | Harga TBS per Kg |
|---|---|
| 3 Tahun | Rp3.050,87 |
| 4 Tahun | Rp3.404,24 |
| 5 Tahun | Rp3.654,95 |
| 6 Tahun | Rp3.796,30 |
| 7 Tahun | Rp3.881,77 |
| 8 Tahun | Rp3.928,95 |
| 9 Tahun (tertinggi) | Rp3.943,46 |
| 10-20 Tahun | Rp3.901,79 |
| 21 Tahun | Rp3.835,48 |
| 22 Tahun | Rp3.759,26 |
| 23 Tahun | Rp3.672,62 |
| 24 Tahun | Rp3.607,02 |
| 25 Tahun | Rp3.553,17 |
| 26 Tahun | Rp3.533,79 |
| 27 Tahun | Rp3.503,79 |
| 28 Tahun | Rp3.446,96 |
| 29 Tahun | Rp3.405,22 |
| 30 Tahun | Rp3.309,80 |
Sumber: Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Penetapan Nomor 33, harga TBS kemitraan swadaya periode 9-15 September 2026. Indeks K: 93,34%. Harga cangkang: Rp24,76/kg. Harga rata-rata CPO KPBN: Rp16.005,80/kg. Harga rata-rata kernel KPBN: Rp13.679,00/kg.
Lonjakan Harga CPO dan Kernel Jadi Pemicu Utama
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, menjelaskan harga CPO pada periode ini naik Rp161,37 per kilogram dibanding pekan sebelumnya. Adapun harga kernel melonjak lebih tinggi, yakni Rp524,66 per kilogram.
Defris menambahkan, harga rata-rata CPO yang dipakai dalam penetapan kali ini bersumber dari KPB News (KPBN) sebesar Rp16.005,80 per kilogram dengan harga kernel Rp13.679,00 per kilogram. Hal ini merujuk pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, yang mengatur penggunaan harga rata-rata tim saat ada pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan penjualan pada periode berjalan.
"Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.943,46 per kilogram dengan harga cangkang sebesar Rp24,76 per kilogram," ujar Defris, Selasa (8/9/2026).
Indeks K di Level 93,34 Persen
Indeks K yang menjadi salah satu komponen penentu harga TBS berada di level 93,34 persen pada periode ini. Angka tersebut mencerminkan proporsi pembagian pendapatan antara petani dan pengolah, yang menurut Defris terus dijaga melalui koordinasi ketat antarinstansi.
Defris menyebut perbaikan tata kelola penetapan harga TBS merupakan hasil komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci stabilitas harga yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani sawit.
"Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Daftar Lengkap Harga TBS per Kelompok Umur Tanaman
Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 9-15 September 2026 berdasarkan umur tanaman:
- Umur 3 tahun: Rp3.050,87/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.404,24/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.654,95/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.796,30/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.881,77/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.928,95/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.943,46/kg (tertinggi)
- Umur 10-20 tahun: Rp3.901,79/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.835,48/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.759,26/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.672,62/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.607,02/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.553,17/kg
- Umur 26 tahun: Rp3.533,79/kg
- Umur 27 tahun: Rp3.503,79/kg
- Umur 28 tahun: Rp3.446,96/kg
- Umur 29 tahun: Rp3.405,22/kg
- Umur 30 tahun: Rp3.309,80/kg
Fluktuasi harga TBS di Riau kerap menjadi perhatian petani swadaya yang memasok tandan buah ke pabrik pengolahan. Dengan adanya kenaikan ini, pendapatan petani untuk pekan depan diproyeksikan membaik seiring tren penguatan harga komoditas sawit di pasar global.