RIAUREALITA.COM — Peralihan ke metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA dan sederajat. Durasi pelaksanaan bervariasi antara satu hingga tiga hari ke depan, bergantung pada tingkat kerawanan wilayah masing-masing.
Kebijakan Belajar Mandiri di Kota Tangerang hingga Rabu
Dinas Pendidikan Kota Tangerang menetapkan PJJ selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak awal pekan hingga Rabu, 9 September 2026. Dasar ketetapan tersebut merujuk pada surat edaran kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Banten, serta instruksi Wali Kota Tangerang Sachrudin.
"Sebagai tahap awal, pelaksanaan PJJ berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu, 9 September 2026. Selama periode tersebut, proses pembelajaran tetap berjalan dengan memanfaatkan metode pembelajaran dari rumah sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan," ungkap Wahyudi Iskandar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Minggu (6/9/2026).
Wahyudi menegaskan bahwa perlindungan fisik siswa menjadi prioritas mutlak di tengah paparan material vulkanik. "Sehingga, keselamatan, keamanan dan kesehatan pelajar yang diutamakan," tambahnya.
Instruksi Sanitasi Ketat di Kabupaten Tangerang
Langkah serupa diambil Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dinas Pendidikan setempat memberlakukan skema PJJ penuh mulai Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026). Selain memindahkan kelas ke rumah, dinas menginstruksikan manajemen lingkungan sekolah secara ketat guna menekan residu debu.
"Kepala TK, SD dan SMP mengimbau warga sekolah agar menjaga kebersihan sekolah, halaman, dan selokan sekolah secara berkala. Pastikan disiram air terlebih dahulu agar abu tidak berterbangan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Supriyadi.
Supriyadi mewajibkan pengelola sekolah menjaga kebersihan sarana air bersih dan fasilitas sanitasi. Seluruh wadah penampungan air harus tertutup rapat, fasilitas cuci tangan dipastikan berfungsi, serta ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) wajib menyiagakan persediaan obat dan obat tetes mata untuk mengantisipasi iritasi.
Skema Evaluasi Bertahap di Tangerang Selatan
Berbeda dari dua wilayah tetangganya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memilih opsi mitigasi bertahap. Kebijakan belajar daring di Tangsel diputuskan berlaku selama satu hari terlebih dahulu pada Senin (7/9/2026), sembari menunggu pemantauan arah angin dan konsentrasi abu vulkanik.
"Tadi sudah diputuskan dalam rapat, di Tangsel PJJ untuk satu hari besok," kata Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuka peluang perpanjangan masa belajar dari rumah jika indikator kualitas udara belum membaik. Seluruh kepala daerah di kawasan Tangerang Raya meminta orang tua membatasi aktivitas luar ruang anak-anak mereka selama masa tanggap darurat bencana abu vulkanik berlangsung.