BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Wilayah Sumatra dan Kalimantan

Senin, 07 September 2026 | 06:42:32 WIB
Petugas memantau informasi prakiraan cuaca di kantor BMKG terkait peringatan cuaca ekstrem di Sumatr

RIAUREALITA.COM — Meski terdapat peningkatan curah hujan di tiga provinsi tersebut, BMKG memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang masuk ke status Awas atau kategori hujan ekstrem per Senin (7/9).

Daftar Wilayah Terdampak Hujan dan Angin Kencang

BMKG memetakan sebaran cuaca berdasarkan intensitas presipitasi serta potensi gangguan cuaca penyerta. Pemetaan ini mencakup hujan lebat hingga potensi hembusan angin berkekuatan tinggi.

Wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat mencakup:

  1. Aceh (Status Siaga)

Wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat meliputi:

  1. Sumatra Utara (Status Waspada)
  2. Kalimantan Barat (Status Waspada)

Selain curah hujan, potensi angin kencang diproyeksikan melanda sembilan provinsi: Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Pemicu Dinamika Atmosfer dan Gelombang Kelvin

Pertumbuhan awan konvektif di bagian barat Indonesia dipicu oleh bertemunya sejumlah dinamika atmosfer regional. Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafuru, hingga Papua.

Pada saat bersamaan, Gelombang Kelvin bergerak aktif melintasi area yang luas dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Fenomena ini diperkuat daerah konvergensi di Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Papua Pegunungan.

Daerah konfluensi juga terdeteksi di perairan barat dan utara Aceh. Kondisi labilitas lokal yang kuat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan turut mengakselerasi pembentukan awan hujan secara sporadis.

Kondisi Kering Dominan Akibat El Niño

Terlepas dari potensi hujan lokal, BMKG mencatat periode dasarian I hingga III September 2026 masih didominasi cuaca kering. Curah hujan di bawah 50 mm per dasarian diprediksi bertahan di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Kondisi tersebut mengindikasikan masih terbatasnya ketersediaan uap air di atmosfer, yang berkaitan dengan pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan IOD positif," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 4-10 September 2026.

BMKG mengimbau pelaku industri operasional lapangan dan masyarakat di jalur logistik terdampak untuk terus memantau pembaruan radar cuaca secara berkala.

Terkini