RIAUREALITA.COM — Agrinas Palma tidak hanya mengirim kebutuhan pokok dalam agenda kemanusiaan itu. Perusahaan BUMN ini memastikan kebutuhan dasar lain seperti air bersih, tenda, hingga genset ikut disalurkan ke titik pengungsian. Seluruh rangkaian pendistribusian berjalan tiga hari, mulai 28 Agustus hingga 30 Agustus 2026.
Dukungan Logistik dan Pemulihan Anak di Dusun Neoniba
Di Dusun Neoniba, perusahaan menyiapkan paket penerangan dan dukungan psikososial khusus bagi anak-anak yang terdampak. Langkah ini dilakukan agar trauma bencana tidak mengganggu tumbuh kembang mereka dalam jangka panjang.
Pendistribusian melibatkan koordinasi erat dengan Posko BUMN serta beberapa lembaga sosial di wilayah terdampak. Model penyaluran ini dipilih supaya bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan kehilangan akses listrik maupun air bersih. Fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan juga menjadi prioritas perbaikan melalui bantuan tahap ini.
Manajemen: Bentuk Kepedulian BUMN bagi Korban Bencana
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat & TJSL Agrinas Palma, Moch Gatut Mukti, menegaskan bahwa penyaluran bantuan merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam situasi darurat. Menurutnya, kehadiran BUMN di tengah korban gempa bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk hadir bersama masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT," ujar Gatut dalam keterangan resmi pekan ini.
Dukungan Tambahan untuk Atlet Muda Penyintas Gempa
Di luar bantuan logistik, Agrinas Palma memberikan tali asih kepada atlet anak berprestasi di cabang sepak bola yang menjadi penyintas gempa. Langkah itu ditujukan untuk menjaga semangat dan masa depan anak-anak berbakat di tengah keterbatasan pascabencana. Bantuan ini diharapkan memberi motivasi agar mereka tetap mengejar cita-cita di bidang olahraga.
Inisiatif ini menambah daftar panjang program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Agrinas Palma yang berfokus pada daerah terpencil dan rawan bencana. Ke depan, korporasi diproyeksikan memperluas kolaborasi dengan lembaga sosial dan pemerintah daerah agar respons kemanusiaan berjalan lebih cepat saat bencana susulan terjadi.