PEKANBARU – Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau menggelar Daurah Kitab Riyadhus Shalihin karya al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan ulama internasional asal Mesir, Prof. Dr. dr. Syaikh Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani Al-Azhari, yang merupakan Mursyid Thoriqoh Syadziliyah Siddiqiah Yusriah.
Daurah dilaksanakan di Ruang Sholat Lantai 2 Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB, bertepatan dengan 11 Sya’ban 1447 Hijriah yang diikuti oleh para asatidz/asatidzah, baik dari provinsi Riau sendiri maupun dari provinsi Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara. Setelah daurah, Syaikh Yusri Rusydi Jabr menjadi khatib dan menyampaikan khutbah Shalat Jumat di masjid kebanggaan masyarakat Riau itu.
Imam Besar sekaligus Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) An-Nur Provinsi Riau, Dr. H. Zul Ikromi, Lc,. M.A., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar masjid dalam memperkuat pemahaman keislaman jamaah, khususnya dalam akhlak dan penyucian hati.
“Kitab Riyadhus Shalihin merupakan karya monumental yang membimbing umat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui pemurnian niat, keikhlasan, kesabaran, taubat dan sebagainya. Kehadiran Syaikh Yusri diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam dan aplikatif bagi jamaah,” ujar Zul Ikromi.
Ia menambahkan, Masjid Raya An-Nur terus membuka ruang bagi kajian-kajian keilmuan Islam yang bersanad jelas dan diasuh oleh ulama berkompeten, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Masjid Raya An-Nur tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ilmu dan spiritual umat. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk menimba ilmu langsung dari ulama Al-Azhar,” katanya.
Selain daurah di Masjid Raya An-Nur, rangkaian kegiatan Syaikh Yusri Rusydi Jabr di Riau telah berlangsung sejak Kamis (29/1/2026) di Pesantren Nurul Azhar Tengku Mahmud, Yayasan Tabung Wakaf Umat. Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa sesi daras Kitab Al-Hikam, zikir, serta pembinaan keilmuan dan spiritual yang berlangsung hingga Jumat malam.
Rangkaian daurah dijadwalkan berakhir pada Sabtu (31/1/2026), sebelum Syaikh Yusri Rusydi Jabr dan rombongan kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.***