Selama 2025 Sebanyak 72 Warga Masuk Islam, Mualaf Center Masjid Raya An-Nur Perkuat Pembinaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 21:39:06 WIB

PEKANBARU – Sebanyak 72 orang tercatat memeluk agama Islam di Provinsi Riau sepanjang 2025. Data tersebut dirilis Mualaf Center Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau dalam laporan evaluasi dan refleksi akhir tahun program pembinaan mualaf.

Dari jumlah tersebut, 39 orang berjenis kelamin laki-laki dan 33 orang perempuan. Meski minat masyarakat untuk memeluk Islam masih terbilang baik, angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 90 orang mualaf.

Ketua Mualaf Center An-Nur Provinsi Riau, Rubianto, mengatakan penurunan jumlah mualaf dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinamis.

“Sepanjang 2025, jumlah mualaf tercatat 72 orang. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 90 orang,” ujar Rubianto.

Meski demikian, Rubianto menegaskan bahwa pihaknya tidak menjadikan jumlah sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Menurutnya, aspek terpenting adalah keberlanjutan pembinaan agar para mualaf dapat menjalani kehidupan beragama secara mantap.

“Bagi kami, yang utama bukan sekadar angka, melainkan bagaimana mualaf mendapatkan pendampingan yang berkesinambungan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap mualaf akan mengikuti program pembinaan intensif yang digelar rutin di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau.

Pembinaan dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad, pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, dan terbuka bagi mualaf baru maupun lama yang ingin memperdalam pemahaman keislaman.

“Kegiatan ini kami jadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas keseharian para mualaf,” jelas Rubianto.

Dalam program tersebut, peserta dibekali materi dasar keislaman, meliputi akidah, akhlak, fikih, serta materi pendukung lain yang disesuaikan dengan latar belakang masing-masing mualaf. Selain pembelajaran teori, Mualaf Center An-Nur juga menekankan praktik ibadah secara langsung agar para mualaf mampu menjalankan ibadah dengan benar dan penuh keyakinan.

Sebagai bentuk dukungan moril, setiap mualaf juga menerima bingkisan berupa perlengkapan salat, seperti mukena atau sarung, sajadah, serta Al-Qur’an.

“Meski sederhana, bingkisan ini diharapkan menjadi penyemangat dan bekal awal dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Besar dan Ketua Harian Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, H. Zul Ikromi, Lc., MA., Ph.D., menegaskan bahwa pembinaan mualaf merupakan bagian penting dari tanggung jawab dakwah umat Islam. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan yang ramah dan inklusif, sehingga para mualaf merasa diterima serta mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.

Ia berharap melalui pembinaan yang konsisten, para mualaf dapat semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam dan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Terkini