Genjot PAD Rp1,38 Triliun, Bapenda Pekanbaru Giat Pendataan Objek Pajak Potensial

Senin, 23 Februari 2026 | 15:27:00 WIB
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan turun langsung memimpin kegiatan pendataan obje

PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru terus meningkatkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Salah satu upaya yang saat ini gencar dilakukan adalah pendataan dan validasi objek pajak potensial di berbagai wilayah Kota Pekanbaru guna memastikan seluruh sumber penerimaan daerah dapat terdata secara maksimal.

Kegiatan pendataan tersebut dilakukan secara langsung oleh tim Bapenda dengan mendatangi berbagai pelaku usaha dan objek pajak yang tersebar di sejumlah kawasan. Langkah ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat terkait kondisi usaha maupun objek pajak yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Tidak hanya dilakukan pada siang hari, pendataan juga dilaksanakan pada malam hari. Strategi tersebut dipilih karena banyak aktivitas usaha yang justru lebih terlihat pada malam hari, sehingga petugas dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengatakan bahwa penguatan pendataan terhadap seluruh objek pajak menjadi salah satu fokus utama pihaknya sepanjang tahun 2026. Menurutnya, data yang valid dan akurat menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memastikan seluruh wajib pajak diperlakukan secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami lakukan pendataan malam hari untuk mengetahui kondisi riil usaha yang tidak bisa terlihat pada siang hari. Kita sisir seluruh jalan dan melibatkan seluruh UPT," kata Denny, Senin (23/2).

Ia menjelaskan, banyak jenis usaha yang memiliki aktivitas lebih tinggi pada malam hari sehingga potensi pajaknya tidak dapat dinilai secara maksimal apabila pendataan hanya dilakukan pada jam kerja biasa. Karena itu, petugas diterjunkan langsung ke lapangan untuk melihat aktivitas usaha secara nyata, mulai dari tingkat kunjungan pelanggan hingga operasional usaha yang berlangsung pada malam hari.

Menurut Denny, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan terhadap objek pajak yang telah terdaftar maupun yang belum masuk dalam basis data Bapenda. Dengan turun langsung ke lapangan, petugas dapat memastikan bahwa seluruh objek pajak telah tercatat dengan benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

Dalam pelaksanaan pendataan tersebut, Bapenda mengerahkan lima tim yang terdiri dari sekitar 150 personel. Seluruh personel berasal dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bapenda Kota Pekanbaru yang dibagi berdasarkan wilayah kerja masing-masing.

Tim yang diterjunkan bertugas melakukan pemantauan sekaligus pendataan terhadap berbagai jenis objek pajak. Mereka mendatangi satu per satu tempat usaha untuk melakukan verifikasi data dan memastikan kewajiban perpajakan telah dijalankan sesuai ketentuan.

Adapun objek pajak yang menjadi sasaran pendataan meliputi pajak reklame, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk sektor makan dan minum, serta berbagai jenis pajak daerah lainnya yang memiliki potensi meningkatkan penerimaan daerah.

"Ini sebagai satu upaya mengawasi dan mendata objek pajak yang ada di Kota Pekanbaru. Ini berkala kita lakukan. Di malam hari ini kita bisa melihat kondisi peredaran usaha mereka, aktivitasnya seperti apa, omzetnya seperti apa. Makanya kita turun malam hari," terang Denny.

Ia menambahkan, pemantauan langsung ke lapangan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan dunia usaha di Kota Pekanbaru. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperbarui data wajib pajak yang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring pertumbuhan ekonomi serta perkembangan usaha di berbagai sektor.

Menurutnya, pertumbuhan usaha di Kota Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Munculnya berbagai jenis usaha baru, mulai dari sektor kuliner, jasa, perdagangan hingga hiburan, menjadi potensi yang perlu didata secara optimal agar dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Denny menyebutkan bahwa kegiatan pendataan ini juga merupakan bagian dari program Sosialisasi Daftar Tagih (SDT) yang dijalankan Bapenda Kota Pekanbaru. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penagihan pajak, tetapi juga bertujuan memperkuat basis data perpajakan daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Melalui SDT, Bapenda berupaya melakukan pendekatan yang lebih aktif kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar semakin memahami pentingnya peran pajak dalam mendukung pembangunan kota. Dengan data yang semakin lengkap dan akurat, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan potensi penerimaan tanpa harus membebani wajib pajak di luar ketentuan yang berlaku.

"Ini bagian dari upaya menggenjot PAD dengan memaksimalkan dan mengejar potensi pendapatan yang ada," ujarnya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan PAD sebesar Rp1,380 triliun. Target tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya potensi penerimaan dari berbagai sektor pajak.

Meski target yang ditetapkan cukup besar, Denny mengaku optimistis dapat mencapainya. Menurutnya, berbagai langkah yang saat ini dilakukan, mulai dari pendataan objek pajak, validasi data wajib pajak, pengawasan lapangan hingga peningkatan kepatuhan masyarakat, menjadi strategi penting untuk mendukung pencapaian target tersebut.

"Target PAD kita tahun ini sebesar Rp1,380 triliun. Lumayan ada peningkatan dari tahun 2025. Kita optimistis bisa mencapai target tersebut," pungkasnya.

Melalui pendataan yang dilakukan secara berkala, termasuk hingga malam hari, Bapenda Kota Pekanbaru berharap seluruh potensi pajak dapat teridentifikasi dengan baik. Dengan demikian, penerimaan daerah dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pembiayaan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kota Pekanbaru.

Terkini